Translate

Selamat Datang di Blog Yayasan Binterbusih

Rabu, Agustus 28, 2013

BINTERBUSIH KEMBALI MENYELENGGARAKAN LATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DASAR (LKTD) TAHUN 2013 BAGI MAHASISWA PAPUA SE-JAWA - BALI



LATAR BELAKANG

Tanah Papua tanah yang kaya dengan budaya yang elok peninggalan leluhur yang unik, memiliki sumber daya alam yang luar biasa mulai dari hutan, sungai, laut, gunung dan mineral tambang lainnya yang berada di dalam perut bumi Papua.

Kekayaan bumi Papua yang melimpah sampai sekarang belum bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan  rakyat Papua. Keterbatasan SDM Papua yang terampil menjadi alasan daerah ini mengalami ketertinggalan dalam segala bidang.

Walaupun telah dilaksanakan Otonomi Khusus bagi Papua sejak tahun 2001, dua belas tahun telah berlalu, namun apa yang dicanangkan dalam regulasi ini tidak membawa perbaikan bagi Papua terutama manusia Papua, justru keadaan masyarakat Papua semakin termarginalkan diatas tanahnya sendiri. Hal ini membuat masyarakat Papua menilai bahwa Otsus Papua telah gagal dan dikembalikan ke Pemerintah Jakarta.

Untuk meretas seluruh persoalan di Papua maka harus lahir generasi muda Papua baru yang memiliki ketrampilan berkualitas, handal dan terpercaya, baik secara akademik maupun soft skill, karakter, mental dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh.

Dalam menyiapkan generasi muda Papua seperti yang digambarkan diatas maka segala usaha harus dilakukan, salah satunya melalui penyelenggaran training kepemimpinan. Melalui training kepemimpinan ini diharapkan kita dapat menyiapkan calon-calon pemimpin Papua yang memiliki Jiwa Kepemimpinan yang tangguh, berkarakter, memiliki komitmen yang kuat untuk membangun masyarakat Papua, bertanggungjawab, sehat jasmani dan rohani.

TUJUAN UMUM
  1. Membina dan menyiapkan kader muda Papua yang akan membangun Papua berlandaskan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan luas dan berpendidikan. 
  2. Menyiapkan generasi muda Papua yang mandiri sehingga selalu bertindak proaktif, selalu mengacu pada tujuan akhir serta mendahulukan apa yang harus didahulukan. 
  3. Melatih setiap peserta untuk mampu berorganiasi dengan baik, mampu membangun komunikasi dalam tim dan berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama. 
  4. Melatih setiap peserta untuk mampu memimpin rapat dan diskusi serta terampil dalam public speaking.
 
 
Program pelatihan ini difasilitasi oleh tim dari Yayasan Binterbusih dan mantan peserta training yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan organisai Papua serta memiliki kemampuan dan pengalaman dibidangnya. Materi yang akan diberikan meliputi : 
  1. Kemandirian dan Leadership
  2. Organisasi
  3. Komunikasi Tertulis
  4. Komunikasi Lisan & Public Speaking
  5. Moralitas

Akan dilaksanakan pada tanggal 19 - 22 September 2013, bertempat di Susteran Gedanganak, Jl. Tentara Pelajar Ungaran - Kab. Semarang - Prov. Jawa Tengah.


Dengan persyaratan sebagai berikut :
  1. Pengurus Organisasi Induk Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali. (max 5 org/organisasi)
  2. Belum pernah mengikuti kegiatan LKTD yang diselenggarakan Yayasan Binterbusih.
  3. Minimal sedang menempuh semester 3 masa perkuliahan.
  4. Peserta wajib membawa pakaian kemeja berkerah, celana panjang kain (putra), rok kain / kulot (putri), pakaian olah raga (celana pendek & kaos) serta sepatu.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :  

-        Korwil Jakarta & Bandung             : Petrus Pugiya
                                                          Hp      : 081315435228 
                                                          Email : pugiyepetrus@yahoo.com

-        Korwil DI Yogyakarta                       : Wahyuhadi Kusuma
                                                           HP     : 081225184241 
                                                           Email : koorwildiy.binterbusih@gmail.com

-      Korwil Jawa Tengah                         : Hans Waker, M.Si
                                                            HP     : 081225392767 
                                                            Email : hanswaker50@yahoo.comhttps://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

-      Korwil Jawa Timur & Bali                : Krinus Kum
                                                           HP     : 081233508994 
                                                           Emal  : aljeroni@yahoo.com

ATAU

Sekretarat Pendaftaran :
Yayasan Binterbusih
Bumi Wanamukti A1/No. 4 Kelurahan Sambiroto Kec. Tembalang Semarang
Telp (024) 6715220
CP: Deni Novangki, HP : 0812292863663, email : pembinaan.binterbusih@gmail.com

Minggu, November 25, 2012

PARTISIPASI PELAJAR ASRAMA BINTERBUSIH ASAL TIMIKA & PEG. BINTANG PADA ACARA "SELAMATKAN PEREMPUAN & ANAK DARI KEMATIAN KARENA HIV-AIDS" JATENG

Pelajar Bintebusih Foto Bersama Gubernur Jateng 


Pada tanggal 25 November 2012 pukul 06.00 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang, diperingati "Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan & Anak", dengan Thema : "SELAMATKAN PEREMPUAN & ANAK DARI KEMATIAN KARENA HIV-AIDS", yang diselenggarakan oleh BP3AKB Prov. Jateng (Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) bekerja sama dengan Jaringan LSM Peduli HIV-AIDS Jateng.

Pada acara tersebut Pelajar Binterbusih ikut berpartisipasi memeriahkan acara dengan menampilkan tarian "Tumbelo" dan menyanyikan lagu "Aku Papua" yang sanggat menarik dan memukau tamu undangan yang hadir. Kegiatan tersebut juga di isi dengan penyebaran panflet, Senam Aerobic bersama, testimoni ODHA, Penandatanganan Kain Putih dukungan terhadap ODHA dan Penandatanganan Prasasti Komitmen bersama menanggulangi penyebaran HIV-AIDS. 

Tarian Tumbelo dibawakan oleh Pelajar Binterbusih

Dalam sambutanya Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta ada langkah nyata untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya HiV dan AIDS. Upaya itu perlu dilakukan terus menerus dan masif, tidak hanya sekali dua kali acara.
"Saya minta jauhi narkoba yang menggunakan jarum suntik. Suntak suntik suntak suntik itulah yang membikin HIV AIDS. Dan pasangan yang gonta ganti, tidak boleh yang seperti itu," katanya. Seusai acara Gubernur Jawa Tengah "Bibit Waluyo" foto bersama Pelajar Binterbusih.(ROMAN)


Selasa, Juni 05, 2012

Guru di Timika Mogok Tuntut Pencairan BOS

| Lusia Kus Anna | www.kompas.com | Selasa, 5 Juni 2012 | 07:08 WIB

 Jayapura, Kompas - Ratusan guru di Kabupaten Mimika, Papua, dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, Senin (4/6), berunjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Mimika di Timika. Mereka juga mogok mengajar. Guru- guru itu menuntut pencairan dana bantuan operasional sekolah daerah tahun anggaran 2011.

Dana sekitar Rp 23 miliar itu merupakan bagian dari kebijakan Bupati Mimika Klemen Tinal terkait misi penyelenggaraan pendidikan gratis di kabupaten tersebut. Akibat pemogokan di Timika itu, penyelenggaraan ujian akhir semester tertunda.

Menurut para guru yang dihubungi Kompas, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah itu bersumber dari APBD Kabupaten Mimika. Seharusnya dana itu dicairkan sebelum tahun anggaran 2011 selesai. Guru SMP YPK Ebenheizer, Timika, Demianus, mengatakan, melalui program itu, setiap siswa memperoleh Rp 100.000. Di Mimika setidaknya ada 40 taman kanak- kanak, 98 SD, 27 SMP, dan 17 SMA/SMK.

”Namun, hingga menjelang pergantian tahun ajaran, dana itu belum juga dicairkan. Hal tersebut tentu akan mengganggu operasional sekolah yang direncanakan. Untuk itu, kami meminta kepastian dari pemerintah daerah,” kata Demianus.

Jika tuntutan guru tidak dipenuhi, mereka akan tetap mogok mengajar hingga Sabtu nanti. Jika tuntutan itu tak kunjung ditanggapi, para guru akan terus menggelar aksi mogok.

Anggota DPRD Kabupaten Mimika, Allo Rafra, yang turut menerima perwakilan guru, menyayangkan pemogokan tersebut. Menurut informasi yang diperoleh Allo, dana itu belum dicairkan karena ada sekolah yang belum memberikan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS daerah tahun 2010.

Siswa jadi korban

Meski demikian, ia juga menyayangkan kebijakan yang tidak memiliki landasan aturan itu. Untuk itu, Allo meminta Bupati Mimika segera memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut. DPRD Mimika menjadi mediator. Namun, syaratnya, Klemen Tinal harus hadir. Penyelesaian persoalan itu tak bisa diwakilkan kepada Wakil Bupati Mimika Abdul Muis.

Namun, hingga saat ini Bupati Mimika Klemen Tinal jarang berada di Timika. Menurut Allo, jika dana itu ada, tetap tak boleh dicairkan karena telah melewati tahun anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Ausilius You membenarkan adanya unjuk rasa itu. Ia menyayangkan karena guru berunjuk rasa saat ujian semester tengah dilaksanakan.

Ia mengatakan, unjuk rasa itu tidak dilakukan oleh semua guru. ”Saya meminta agar mereka tetap menunaikan tugas seperti biasa. Kalau tidak, siswa akan menjadi korban,” kata Ausilius.

Menurut dia, dana itu akan dicairkan. Senin sore, Wakil Bupati Abdul Muis bertemu dengan perwakilan sekolah dan Persatuan Guru Republik Indonesia untuk membicarakan hal tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Papua James Modouw mengatakan, pencairan BOS daerah adalah masalah internal Pemerintah Kabupaten Mimika. Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat tak bisa ikut campur tangan. (JOS)